Pengelolaan obat yang efektif merupakan faktor penting dalam menjamin mutu pelayanan kesehatan dan efisiensi anggaran di rumah sakit. Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan obat menggunakan metode ABC, VEN, dan indikator Inventory Turnover Ratio (ITOR) di RS X Kota Bandung. Data penggunaan obat selama satu tahun dianalisis berdasarkan nilai investasi dan tingkat kepentingan klinis. Analisis ABC menunjukkan Kelompok A menyerap 69,88% anggaran meskipun hanya mencakup 11,66% item obat. Berdasarkan analisis VEN, kelompok Essential (E) mendominasi dengan 67,60% jumlah item dan 66,95% nilai investasi. Hasil ITOR menunjukkan nilai 4,15 kali per tahun, yang berada di bawah standar ideal rumah sakit (8–12 kali), mengindikasikan terjadinya penumpukan stok (overstock). Pengendalian persediaan di RS X belum optimal dan memerlukan integrasi metode ABC-VEN dengan pendekatan Economic Order Quantity (EOQ) serta Reorder Point (ROP) untuk meningkatkan efisiensi manajemen logistik farmasi.Kata kunci: analisis ABC, analisis VEN, ITOR, manajemen obat, pengendalian persediaan
Copyrights © 2026