Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri yang memiliki kebutuhan zat besi lebih tinggi akibat pertumbuhan dan menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan, aktivitas fisik, dan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja di SMAN 12 Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 119 responden remaja putri kelas X–XI yang dipilih melalui purposive sampling. Kebiasaan sarapan dinilai menggunakan kuesioner, aktivitas fisik menggunakan IPAQ, status gizi melalui pengukuran IMT (berat badan dan tinggi badan) , dan kadar hemoglobin menggunakan Hb-meter digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 29.4% responden tidak anemia dan 70.6% mengalami anemia. Terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan sarapan dengan kejadian anemia (p = 0.014), serta terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian anemia (p = 0.015). Sementara itu, status gizi tidak menunjukkan hubungan bermakna dengan kejadian anemia (p = 0.289). Kesimpulan penelitian ini adalah kebiasaan sarapan dan aktivitas fisik berhubungan dengan kejadian anemia, sedangkan status gizi tidak berhubungan dengan anemia pada remaja putri di SMAN 12 Kendari sehingga dibutuhkan upaya edukasi gizi mengenai sarapan sehat dan pemenuhan kebutuhan zat besi dapat mencegah anemia.
Copyrights © 2026