Penggunaan metode kontrasepsi hormonal jangka pendek seperti pil dan suntik masih mendominasi dibandingkan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), meskipun MKJP memiliki efektivitas yang lebih tinggi dan tingkat keberlanjutan yang lebih baik. Persepsi negatif akseptor terhadap MKJP serta kurangnya pemahaman mengenai risiko kesehatan jangka panjang, khususnya hipertensi, menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan tidak menggunakan MKJP. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi akseptor dalam pengambilan keputusan tidak menggunakan MKJP serta dampaknya terhadap kejadian hipertensi di Puskesmas Mokoau Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Partisipan dipilih secara purposive sampling, terdiri dari empat wanita usia subur pengguna kontrasepsi hormonal jangka pendek yang mengalami hipertensi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi negatif terhadap MKJP dipengaruhi oleh rasa takut terhadap proses pemasangan, kurangnya informasi yang benar di masyarakat, serta rendahnya pemahaman mengenai risiko penggunaan kontrasepsi hormonal jangka pendek dalam jangka panjang. Keputusan untuk tidak menggunakan MKJP mendorong akseptor memilih kontrasepsi hormonal jangka pendek yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko hipertensi. Kesimpulan penelitian bahwa persepsi akseptor berperan penting dalam pengambilan keputusan kontrasepsi.
Copyrights © 2026