Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) merupakan gangguan paru kronis yang ditandai oleh obstruksi aliran udara yang progresif, gangguan pertukaran gas, dan penurunan fungsi respirasi yang bersifat tidak sepenuhnya reversibel. Secara klinis, selain terapi farmakologis dan oksigen, pendekatan non-farmakologis seperti latihan pernapasan menjadi bagian penting dalam rehabilitasi PPOK. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah diaphragmatic breathing exercise atau latihan pernapasan diafragma. Tujuan penelian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Diaphragmatic Breathing Exercise terhadap saturasi oksigen pada pasien PPOK. Metode penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest-posttest with control group design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang pasien PPOK yang dirawat inap di Rumah Sakit Royal Prima Medan (15 orang kelompok intervensi dan 15 orang kelompok control). Variabel independent dalam penelitian ini adalah Diaphragmatic breathing exercise yaitu latihan pernapasan menggunakan diafragma yang dilakukan selama 10–15 menit, 2 kali sehari selama 5 hari. Sedangkan variabel dependen adalah saturasi oksigen yaitu persentase kadar oksigen dalam darah yang diukur menggunakan pulse oximeter (skala rasio, satuan %), data yang terkumpul diolah menggunakan SPSS for Windows versi 31. Berdasarkan hasil uji statistik terdapat perbedaan pada kelompok intervensi (p < 0.05) sehingga dapat disimpulkan bahwa diaphragmatic breathing exercise berpengaruh terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien PPOK.
Copyrights © 2026