Analisis terhadap hasil produksi padi di suatu wilayah sangat penting, terutama untuk memahami efek spasial dan pengaruh faktor-faktor terhadap produktivitasnya. Pendekatan ini berguna dalam mengatasi permasalahan yang timbul akibat ketidakstabilan hasil produksi padi. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil produksi padi di kabupaten Lombok Timur tahun 2023 menggunakan metode Spatial Autoregressive Model (SAR) dan Spatial Error Model (SEM) dengan menggunakan 4 variabel independen yakni luas lahan sawah , jumlah petani , jumlah unit usaha penyedia jasa pertanian dan jumlah alokasi pupuk . Dari hasil penelitian, Dapat disimpulkan bahwa model SEM model yang lebih baik dibandingkan regresi SAR karena nilai AIC model SEM sebesar 432,588 lebih kecil dibandingkan nilai AIC model SAR. Variabel yang memiliki pengaruh signifikan secara spasial terhadap hasil produksi padi adalah jumlah petani , jumlah unit usaha penyedia jasa pertanian dan jumlah alokasi pupuk dengan nilai korelasi spasial pada residual antar kecamatan di Lombok Timur sebesar 0,797. Hal ini menunjukkan adanya korelasi spasial yang kuat dimana pola kesalahan di suatu kecamatan dipengaruhi oleh pola kesalahan di kecamatan lain yang berdekatan, sebagaimana ditentukan oleh matriks pembobot spasial. Tingginya korelasi spasial ini menyatakan bahwa faktor spasial berperan signifikan dalam memahami pola produksi padi di Lombok Timur. Kata Kunci: Analisis Spasial, Produksi Padi, SAR, SEM.
Copyrights © 2026