Artemia salina merupakan pakan alami krusial dalam pembenihan ikan dan udang. Namun, efisiensi penetasannya sangat bergantung pada tekanan osmotik media, sementara informasi mengenai titik batas toleransi fisiologis dan waktu penetasan puncak secara rinci masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan salinitas optimal terhadap daya tetas (hatching rate), dinamika fase perkembangan, dan waktu penetasan kista A. salina. Penelitian eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan salinitas (20, 25, 30, 35, dan 40 ppt) dan tiga kali ulangan. Kista A. salina merek Supreme Plus diinkubasi pada botol konikal 1,5 L (volume efektif 1,0 L, kepadatan kista 1 g/L) dengan aerasi kontinu dan pencahayaan 2.000 lux. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perbedaan salinitas berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap daya tetas dan waktu penetasan. Daya tetas tertinggi dicapai pada perlakuan 30 ppt sebesar 93,33 ± 1,53%, yang secara signifikan berbeda nyata dengan perlakuan 20 ppt (71,33 ± 2,52%) dan 40 ppt (59,83 ± 2,25%). Salinitas 30 ppt juga menghasilkan waktu penetasan tercepat, dimulai pada jam ke-15 dan mencapai puncak penetasan pada jam ke-20. Parameter kualitas air terukur stabil pada suhu 28,0–28,9 °C, pH 7,3–7,8, dan DO 4,1–4,3 mg/L. Secara praktis, penggunaan salinitas 30 ppt terbukti paling efisien dalam menghemat energi osmoregulasi embrio, sehingga direkomendasikan sebagai standar operasional penetasan kista A. salina di unit pembenihan. Kata Kunci: Artemia, Daya Tetas, Pakan Alami, Salinitas, Waktu Penetasan.
Copyrights © 2026