Kondisi psikologis pada usia remaja sering kali memicu kemunculan masalah kulit seperti akne vulgaris (AV). Riset ini mengevaluasi seberapa besar korelasi antara tekanan stres dengan tingkat keparahan jerawat pada siswi kelas 3 di SMAN 5 Kota Tangerang Selatan. Dengan menerapkan rancangan cross-sectional berjenis observasional analitik, sebanyak 63 siswi berkategori indeks massa tubuh (IMT) normal direkrut melalui teknik simple random sampling. Pengukuran derajat stres mengandalkan instrumen Perceived Stress Scale (PSS-10), sedangkan tingkat keparahan jerawat didiagnosis secara langsung oleh praktisi medis lewat pemeriksaan klinis. Pengujian bivariat diproses memakai korelasi Spearman's Rho. Temuan lapangan memperlihatkan bahwa mayoritas subjek berada pada kategori stres sedang (73,0%; n=46), serta tingkat jerawat yang mendominasi adalah kategori ringan (76,2%; n=48). Evaluasi statistik mengonfirmasi korelasi yang bermakna antara tekanan stres dan tingkat keparahan jerawat pada signifikansi p = 0,018 (α < 0,1). Hubungan tersebut menunjukkan koefisien positif lemah (r = 0,298), yang mengindikasikan bahwa eskalasi stres cenderung diikuti oleh perburukan lesi jerawat pada responden.
Copyrights © 2026