Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor kuliner memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian daerah, namun dihadapkan pada tingkat persaingan yang semakin kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan usaha Toko Singgahin di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, dengan menggunakan pendekatan analisis SWOT. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Faktor internal dan eksternal usaha dianalisis menggunakan matriks Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan External Factor Analysis Summary (EFAS) untuk mengetahui posisi strategis usaha. Hasil analisis menunjukkan bahwa Toko Singgahin memiliki kekuatan utama berupa kebutuhan modal yang relatif kecil, proses produksi yang mudah, tampilan produk yang menarik secara visual, serta harga jual yang kompetitif. Adapun kelemahan yang dihadapi meliputi produk yang mudah mencair, daya simpan yang singkat, dan keterbatasan kapasitas produksi. Dari sisi eksternal, peluang usaha didukung oleh kondisi cuaca tropis, pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran, serta peluang inovasi variasi rasa, sementara ancaman berasal dari kemudahan masuknya pesaing baru, perubahan tren konsumen, dan ketergantungan terhadap kondisi cuaca. Hasil perhitungan matriks IFAS dan EFAS masing-masing memperoleh skor 2,90 dan 2,95, yang menempatkan Toko Singgahin pada Kuadran I dalam diagram SWOT. Berdasarkan posisi tersebut, strategi yang direkomendasikan adalah strategi agresif (SO), yaitu dengan memaksimalkan kekuatan internal untuk memanfaatkan peluang eksternal guna meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha.
Copyrights © 2026