Perkembangan financial technology (fintech) telah mengubah pola transaksi masyarakat, terutama Generasi Z yang memiliki kedekatan tinggi dengan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi kemudahan penggunaan dan persepsi risiko penggunaan terhadap keputusan menggunakan fintech pada Generasi Z di Kota Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan eksplanatori. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 110 responden berusia 16–25 tahun yang pernah menggunakan fintech dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian diukur menggunakan skala ordinal lima tingkat, kemudian diuji melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda, uji parsial, uji simultan, dan koefisien determinasi dengan bantuan SPSS versi 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan fintech, dengan nilai t hitung sebesar 4,913 dan signifikansi 0,002. Persepsi risiko penggunaan juga berpengaruh signifikan terhadap keputusan penggunaan, dengan nilai t hitung sebesar 3,173 dan signifikansi 0,003. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan dengan nilai F hitung sebesar 19,805 dan signifikansi 0,001. Nilai R Square sebesar 0,396 menunjukkan bahwa 39,6% variasi keputusan penggunaan fintech dapat dijelaskan oleh kedua variabel, sedangkan 60,4% dipengaruhi faktor lain. Temuan ini menegaskan pentingnya kemudahan antarmuka, kejelasan proses transaksi, perlindungan data, keamanan sistem, dan pengelolaan risiko dalam meningkatkan keputusan Generasi Z untuk menggunakan layanan fintech.
Copyrights © 2026