Zakat pertanian memiliki potensi besar sebagai instrumen redistribusi kesejahteraan pada masyarakat agraris, tetapi penghimpunan formalnya masih rendah di berbagai wilayah sentra padi, termasuk Kabupaten Sigi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendapatan terhadap minat membayar zakat pertanian pada petani padi muslim di Desa Lambara, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Fokus penelitian ditempatkan pada pendapatan karena keputusan berzakat pada petani sangat berkaitan dengan hasil panen, harga gabah, biaya produksi, kecukupan kebutuhan rumah tangga, serta persepsi kemampuan untuk menunaikan kewajiban zakat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei potong lintang. Sampel berjumlah 279 responden yang dipilih melalui simple random sampling. Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares melalui SmartPLS 3.0. Model penelitian tetap memasukkan literasi zakat dan religiusitas sebagai konstruk pembanding, tetapi pembahasan utama diarahkan pada jalur pendapatan terhadap minat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat membayar zakat pertanian dengan koefisien jalur sebesar 0,665, t-statistic 8,400, dan p-value 0,000. Temuan ini menegaskan bahwa persepsi kecukupan pendapatan dan kemampuan ekonomi menjadi penentu utama minat petani dalam menunaikan zakat pertanian. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa penghimpunan zakat pertanian perlu disesuaikan dengan musim panen, arus kas petani, kemudahan perhitungan nisab, dan akses layanan pembayaran yang dekat dengan komunitas desa.
Copyrights © 2026