Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika tingkat turnover karyawan pada PT Telkom Indonesia Tbk selama periode 2021 hingga 2023 serta mengidentifikasi pola dan faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder yang bersumber dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Data yang dianalisis meliputi jumlah karyawan, jumlah karyawan keluar, alasan keluar, dan persentase turnover pada setiap tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat turnover bersifat fluktuatif. Pada tahun 2021, turnover mencapai 13,08% dengan 1.150 karyawan keluar dari 8.789 karyawan. Pada tahun 2022, tingkat turnover menurun menjadi 5,94% dengan 530 karyawan keluar dari 8.919 karyawan. Pada tahun 2023, jumlah karyawan keluar kembali menurun menjadi 509 orang, tetapi persentase turnover meningkat menjadi 6,81% karena jumlah tenaga kerja berkurang menjadi 7.469 karyawan. Pensiun merupakan penyebab dominan pada ketiga periode, sedangkan pengunduran diri sukarela relatif rendah, terutama pada tahun 2023. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan turnover tidak semata-mata mencerminkan rendahnya loyalitas atau ketidakpuasan kerja, tetapi juga dipengaruhi struktur usia tenaga kerja dan kebijakan organisasi. Meskipun demikian, perusahaan tetap perlu memperkuat strategi retensi melalui kompensasi yang kompetitif, pengembangan karier, lingkungan kerja yang kondusif, keterlibatan karyawan, dan perencanaan suksesi untuk mengurangi kehilangan pengetahuan serta menjaga stabilitas dan produktivitas organisasi. Selain itu, perusahaan perlu melakukan pemetaan risiko turnover berdasarkan kelompok usia, kompetensi, masa kerja, dan posisi strategis agar kebijakan retensi, regenerasi, serta transfer pengetahuan dapat diterapkan secara tepat, terukur, berkelanjutan, dan sesuai kebutuhan transformasi bisnis digital.
Copyrights © 2026