Perbedaan budaya dalam lingkungan kerja multikultural dapat memengaruhi cara anggota tim menafsirkan pesan, menyampaikan pendapat, memberikan kritik, dan membangun kepercayaan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh perbedaan budaya terhadap efektivitas komunikasi dalam tim multikultural serta mengidentifikasi strategi yang digunakan untuk mengurangi hambatan komunikasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara semi terstruktur terhadap dua narasumber yang memiliki pengalaman langsung bekerja dalam lingkungan multikultural, yaitu pemilik usaha yang berinteraksi dengan karyawan dan pelanggan dari berbagai daerah serta Project Manager Event Organizer yang berkoordinasi dengan tim lintas kota. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan bahasa daerah, logat, tingkat kelugasan, pola penyampaian kritik, dan kebiasaan komunikasi dapat memicu miskomunikasi, terutama ketika anggota tim belum memahami karakter budaya satu sama lain. Namun, keberagaman budaya juga dapat memperluas perspektif, mendukung proses adaptasi, dan menjadi kekuatan tim apabila dikelola melalui tujuan bersama, penggunaan bahasa yang netral, pembagian tugas yang jelas, komunikasi terbuka dan terstruktur, serta penghargaan terhadap budaya lokal. Temuan juga memperlihatkan pentingnya kemampuan pemimpin menyesuaikan gaya komunikasi dengan konteks budaya tanpa mengurangi kejelasan pesan dan tanggung jawab kerja. Penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas komunikasi dalam tim multikultural tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menyampaikan informasi, tetapi juga oleh sensitivitas budaya, keterbukaan, kepercayaan, dan kesediaan anggota tim untuk beradaptasi sehingga koordinasi dan pencapaian tujuan organisasi dapat berlangsung secara lebih efektif.
Copyrights © 2026