Peningkatan tekanan akademik, sosial, dan personal pada mahasiswa menimbulkan kebutuhan terhadap media pendampingan psikologis awal yang mudah diakses, aman, responsif, dan tidak menghakimi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan asisten virtual berbasis Natural Language Processing (NLP) untuk mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa melalui interaksi berbasis teks. Metode penelitian menggunakan Research and Development dengan model Prototype yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan arsitektur, implementasi modul NLP, pengujian fungsi, dan evaluasi pengguna. Sistem dirancang menggunakan komponen antarmuka chatbot, preprocessing teks, klasifikasi intent, analisis sentimen, basis pengetahuan kesehatan mental, serta manajemen dialog. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa sistem mampu menerima pesan pengguna, mengenali keluhan akademik dan emosional, memproses bahasa informal, memberikan respons suportif, serta menampilkan arahan menuju konselor atau layanan profesional ketika diperlukan. Pengujian black box memperlihatkan bahwa fungsi pengiriman pesan, klasifikasi intent, analisis sentimen, pemilihan respons, penanganan pesan di luar konteks, dan penyajian informasi konseling berjalan sesuai rancangan. Evaluasi pengguna menunjukkan bahwa asisten virtual dinilai bermanfaat sebagai media pendampingan awal karena fleksibel, cepat, dan membantu proses refleksi emosional. Meskipun demikian, sistem masih memerlukan perluasan dataset percakapan, peningkatan pemahaman bahasa slang dan konteks panjang, perlindungan privasi, serta mekanisme deteksi risiko. Asisten virtual tidak menggantikan psikolog atau konselor, tetapi dapat menjadi pintu awal menuju dukungan profesional yang lebih aman dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026