Kabupaten Lumajang memiliki iklim tropis lembap yang ditandai dengan kelembapan dan curah hujan tinggi. Hal ini berpotensi menyebabkan kondisi dalam ruangan yang lembap dan tidak sehat di ruang hunian. Studi ini bertujuan untuk mengetahui apakah ukuran pencahayaan alami pada rumah tinggal dua lantai mendukung kinerja ventilasi alami, sehingga meningkatkan kesehatan dan kenyamanan termal penghuninya. Evaluasi ini dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip pengukuran alami yang tercantum dalam SNI 03-6572-2001. Metode deskriptif kuantitatif digunakan, dengan arsitektur sebagai subjek penelitian. Analisis dilakukan dengan menghitung rasio luas ventilasi efektif terhadap luas lantai setiap ruangan. Hasil menunjukkan bahwa rasio ventilasi rata-rata untuk subjek penelitian adalah 6%. Meskipun sebagian besar ruangan utama memenuhi ambang batas ventilasi minimum 5%, beberapa ruangan layanan dan area transisi tidak memenuhinya. Hal ini dapat menyebabkan zona udara stagnan (zona udara mati), yang dapat meningkatkan kelembapan di dalam ruangan. Oleh karena itu, diperlukan optimasi berupa modifikasi untuk mendukung ventilasi silang dan meningkatkan efektivitas sirkulasi udara.
Copyrights © 2026