Akurasi estimasi debit aliran merupakan parameter krusial dalam manajemen sumber daya air dan sistem peringatan dini banjir di Sungai Welang, Jawa Timur. Namun, perbedaan karakteristik morfologi dari hulu hingga hilir menciptakan tantangan berupa variabilitas spasial dalam pengembangan liku kalibrasi (rating curve). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tinggi muka air dan debit (stage-discharge) di tiga segmen Sungai Welang, yaitu segmen hulu (Purwodadi), tengah (Selowongko), dan hilir (Dhompo). Analisis dilakukan dengan membandingkan dua model regresi, yaitu regresi berpangkat (power) dan regresi polinomial, menggunakan data pengukuran debit langsung tahun 2022-2023. Hasil penelitian menunjukkan adanya variabilitas spasial yang signifikan, di mana nilai eksponen pada regresi berpangkat meningkat seiring pergerakan lokasi ke arah hilir (0,0752 di hulu hingga 0,2202 di hilir), merepresentasikan sensitivitas penampang yang semakin lebar dan landai. Meskipun model polinomial memberikan nilai koefisien determinasi ?(R?^2) yang lebih tinggi dibandingkan model berpangkat, model tersebut ditemukan kurang representatif secara fisik karena menghasilkan koefisien kuadratik negatif pada segmen tengah yang kontradiktif dengan hukum kontinuitas aliran. Oleh karena itu, model regresi berpangkat direkomendasikan sebagai model yang lebih andal untuk estimasi debit kontinu di Sungai Welang karena konsistensinya terhadap prinsip hidraulika.
Copyrights © 2026