Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi signifikan dalam industri perbankan, khususnya melalui peningkatan layanan digital banking dan mobile banking. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh volume transaksi digital banking dan jumlah pengguna mobile banking terhadap kinerja bank konvensional di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear berganda. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan tahunan lima bank konvensional besar di Indonesia, yaitu BCA, Bank Mandiri, BRI, BNI, dan CIMB Niaga selama periode 2021–2025. Variabel independen dalam penelitian ini terdiri atas volume transaksi digital banking dan jumlah pengguna mobile banking, sedangkan variabel dependen diukur menggunakan laba bersih bank. Hasil analisis menunjukkan bahwa volume transaksi digital banking memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja bank konvensional dengan nilai signifikansi sebesar 0,556. Sementara itu, jumlah pengguna mobile banking berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja bank konvensional dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Secara simultan, volume transaksi digital banking dan jumlah pengguna mobile banking berpengaruh signifikan terhadap kinerja bank konvensional dengan nilai signifikansi uji F sebesar 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,770 menunjukkan bahwa 77% variasi kinerja bank konvensional dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan jumlah pengguna mobile banking merupakan faktor yang lebih dominan dalam mendukung peningkatan kinerja bank dibandingkan peningkatan volume transaksi digital semata.
Copyrights © 2026