Jurnal Cakrawala Ilmiah
Vol. 5 No. 12 (2026): Agustus 2026

ANALISIS PENGARUH CR, DER, NPM, DAN FIRM SIZE TERDADAP PBV PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI

Chris Matthew Widjaja (Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Widya Kartika)
Revi Arfamaini (Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Widya Kartika)



Article Info

Publish Date
11 Aug 2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Net Profit Margin (NPM), dan Firm Size terhadap Price to Book Value (PBV) pada perusahaan subsektor telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015–2024. Price to Book Value digunakan sebagai proksi nilai perusahaan karena mampu menggambarkan bagaimana pasar menilai suatu perusahaan dibandingkan dengan nilai bukunya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan subsektor telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling sehingga diperoleh sampel penelitian sebanyak 14 perusahaan dengan periode pengamatan selama 10 tahun. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Current Ratio (CR) tidak berpengaruh signifikan terhadap Price to Book Value (PBV). Sementara itu, Debt to Equity Ratio (DER), Net Profit Margin (NPM), dan Firm Size berpengaruh positif dan signifikan terhadap Price to Book Value (PBV). Hasil tersebut mengindikasikan bahwa struktur modal, profitabilitas, dan ukuran perusahaan merupakan faktor yang dipertimbangkan investor dalam menilai perusahaan subsektor telekomunikasi, sedangkan tingkat likuiditas belum menjadi faktor utama dalam menentukan nilai perusahaan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JCI

Publisher

Subject

Humanities Economics, Econometrics & Finance Languange, Linguistic, Communication & Media Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Public Health Social Sciences Other

Description

Digitalisasi eknomi menembus batas wilayah negara dan kedaulatan ekonomi yang dapat saja menjadi peluang atau ancaman. Digitalisasi tidak bisa dihindari, tetap permsalahan utamanya adalah bagaimana negara ini harus dapat merumuskan kebijakan agar masyarakat kita jangan hanya menjadi sapi perahan ...