Transformasi digital menuntut organisasi memiliki karyawan yang tidak sekadar mampu beradaptasi dengan teknologi baru, tetapi juga berani mengambil inisiatif dalam menghadapi perubahan yang berlangsung cepat. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh budaya kerja digital dan gaya kepemimpinan transformasional terhadap perilaku proaktif karyawan di Divisi Digital Connectivity Service (DCS) Area Kota Bandung PT. Telkom Indonesia, baik secara parsial maupun simultan. Pendekatan kuantitatif deskriptif verifikatif diterapkan dengan melibatkan 54 responden melalui teknik sensus. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin secara daring, kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modelling–Partial Least Square (SEM-PLS) dengan pendekatan second-order construct melalui two-stage approach. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya kerja digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku proaktif (koefisien jalur = 0,365; p = 0,030), begitu pula gaya kepemimpinan transformasional (koefisien jalur = 0,359; p = 0,009). Secara simultan, kedua variabel menjelaskan 39,9% variasi perilaku proaktif karyawan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan perilaku proaktif memerlukan sinergi antara lingkungan kerja digital yang suportif dan kepemimpinan yang menginspirasi serta memberdayakan karyawan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026