ABSTRACT Child nutritional status is highly dependent on the nutritional intake provided by the mother, which is influenced by the mother's level of nutritional literacy and her ability to early detect co-infections. Nutritional problems in children remain a concern, especially at the rural community level, where severe respiratory infections such as bronchopneumonia are frequent triggers for toddler weight loss. This study aims to determine the difference in the average maternal knowledge score—encompassing balanced nutrition guidelines and the understanding of bronchopneumonia danger signs—between children with good and poor nutritional status. This research is a quantitative comparative study using primary data obtained from the Salembaran Jaya Community Health Center in October 2025. The total sample consisted of 35 respondents, categorized into children with poor nutritional status (n = 11) and good nutritional status (n = 24). Data were analyzed using the Independent Sample t-test. The results showed that the average maternal knowledge score in the group of children with poor nutritional status was 73.64 (SD = 19.63), while in the group with good nutritional status it was 60.00 (SD = 17.45). The statistical analysis obtained a p-value of 0.047 (p 0.05). In conclusion, there is a statistically significant difference in the average maternal knowledge between children with good and poor nutritional status in the studied population. Interestingly, mothers of children with poor nutritional status showed a higher average knowledge score, indicating that theoretical maternal knowledge alone might not directly translate into good nutritional practices without other supporting factors such as sanitation, infection prevention, and household food security. Keywords: Maternal Knowledge, Nutritional Status, Bronchopneumonia, Children ABSTRAK Status gizi anak sangat bergantung pada asupan nutrisi yang diberikan oleh ibu, di mana hal tersebut dipengaruhi oleh tingkat literasi ibu mengenai gizi serta kemampuannya dalam melakukan deteksi dini penyakit infeksi penyerta. Permasalahan gizi pada anak masih menjadi perhatian, terutama di tingkat komunitas pedesaan seperti di Desa Salembaran Jaya, dimana Bronkopneumonia kerap menjadi pemicu utama penurunan berat badan balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan rata-rata skor pengetahuan ibu yang mencakup pedoman gizi seimbang dan pemahaman tanda bahaya Bronkopneumonia antara anak dengan status gizi baik dan tidak baik di desa tersebut. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif komparatif dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari Puskesmas Salembaran Jaya pada Oktober 2025. Total sampel berjumlah 35 responden, yang dikategorikan ke dalam kelompok anak dengan status gizi tidak baik (n = 11) dan status gizi baik (n = 24). Analisis data menggunakan uji Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan ibu pada kelompok anak dengan status gizi tidak baik adalah 73,64 (SD = 19,63), sedangkan pada kelompok anak dengan status gizi baik adalah 60,00 (SD = 17,45). Hasil analisis statistik didapatkan nilai p-value sebesar 0,047 (p 0,05). Kesimpulannya, terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik mengenai rata-rata pengetahuan ibu antara anak dengan status gizi baik dan tidak baik di Desa Salembaran Jaya. Menariknya, ibu dari anak dengan status gizi tidak baik justru menunjukkan rata-rata skor pengetahuan yang lebih tinggi, yang mengindikasikan bahwa pengetahuan teoritis ibu saja tidak cukup untuk mencegah malnutrisi tanpa didukung oleh praktik sanitasi, pencegahan infeksi, dan ketahanan pangan rumah tangga. Kata kunci: Pengetahuan Ibu, Status Gizi, Bronkopneumonia, Anak
Copyrights © 2026