Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah kawasan daratan yang berfungsi sebagai penampung sekaligus pengalir air hujan menuju jaringan sungai utama. Pengelolaan DAS yang tidak optimal dapat meningkatkan erosi dan sedimen sehingga diperlukan upaya pengelolaan yang berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis besarnya laju erosi dan sedimen pada DAS Gending. Metode yang digunakan meliputi analisis hidrologi, pemodelan menggunakan ArcSWAT yang dikalibrasi dengan data Automatic Water Level Recorder (AWLR), serta kajian spasial yang memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil menunjukkan laju erosi di wilayah penelitian mengalami peningkatan dari 30,651 ton/ha/tahun pada tahun 2018 menjadi 38,127 ton/ha/tahun pada tahun 2021 dan tetap tinggi sebesar 37,494 ton/ha/tahun pada tahun 2024. Laju sedimen juga mengalami peningkatan hingga mencapai 29,222 ton/ha/tahun dengan volume sedimen sebesar 4171,449 m³. Nilai Indeks Bahaya Erosi (IBE) didominasi oleh kategori sedang hingga tinggi, terutama pada Sub DAS 4 dan 5
Copyrights © 2026