Berbagai kasus kegagalan audit di Indonesia menunjukkan bahwa masih adanya permasalahan dalam kinerja auditor yang dapat memengaruhi kualitas audit dan kepercayaan masyarakat terhadap Kantor Akuntan Publik (KAP). Selain itu, penelitian terdahulu mengenai pengaruh independensi, pengalaman kerja auditor, konflik peran, dan kompetensi auditor terhadap kinerja auditor masih menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keempat faktor tersebut terhadap kinerja auditor pada Kantor Akuntan Publik di wilayah Jakarta selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuisioner kepada auditor pada Kantor Akuntan Publik di wilayah Jakarta Selatan. Sampel penelitian ini dipilih menggunakan teknik nonprobability sampling dengan metode purposive sampling. Sebanyak 100 kuisioner didistribusikan dan diperoleh 97 kuesioner yang dapat diolah. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa independensi auditor, pengalaman kerja auditor dan kompetensi auditor berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja auditor, sedangkan konflik peran berpengaruh negatif dan signifikan. Keempat variabel tersebut mampu menjelaskan 35,8% variasi kinerja auditor. Temuan ini mendukung teori atribusi yang menyatakan bahwa perilaku individu dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Secara praktis, Kantor Akuntan Publik perlu menjaga independensi, meningkatkan pengalaman dan kompetensi, serta meminimalkan konflik peran untuk mengoptimalkan kinerja auditor.
Copyrights © 2026