Kemampuan auditor mendeteksi fraud merupakan elemen penting dalam menjaga mutu audit dan keandalan laporan keuangan. Penelitian ini menguji pengaruh locus of control, beban kerja, pengalaman auditor, dan skeptisme profesional terhadap kemampuan auditor mendeteksi fraud, sekaligus menilai skeptisme profesional sebagai variabel moderasi. Survei kuantitatif dilakukan terhadap auditor Kantor Akuntan Publik di DKI Jakarta dengan purposive sampling. Sebanyak 97 respons dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling melalui SmartPLS 4. Hasil menunjukkan bahwa locus of control (β = 0,453), pengalaman auditor (β = 0,415), dan skeptisme profesional (β = 0,288) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan mendeteksi fraud, sedangkan beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan (β = −0,280). Model menjelaskan 53,0% variasi kemampuan deteksi fraud. Namun, skeptisme profesional tidak memoderasi pengaruh locus of control, beban kerja, maupun pengalaman auditor. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kendali diri, penugasan yang memperkaya pengalaman, pengelolaan beban kerja yang proporsional, dan pembiasaan evaluasi bukti secara kritis. Skeptisme profesional lebih tepat diposisikan sebagai kapabilitas langsung daripada mekanisme kontinjensi dalam model penelitian ini.
Copyrights © 2026