Perbedaan kebijakan ekonomi pada masa pemerintahan Donald Trump (2017–2020) dan Joe Biden (2021–2024) diperkirakan memengaruhi sentimen investor serta dinamika return saham di pasar modal Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan return saham perusahaan yang tergabung dalam Indeks LQ45 pada kedua periode tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa return saham bulanan perusahaan yang konsisten tercatat dalam Indeks LQ45 selama periode 2017–2024. Analisis dilakukan melalui uji normalitas, kemudian dilanjutkan dengan Mann–Whitney U test karena data tidak memenuhi asumsi normalitas. Hasil pengujian menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,291 (p>0,05), sehingga tidak terdapat perbedaan return saham LQ45 yang signifikan antara masa pemerintahan Donald Trump dan Joe Biden. Statistik deskriptif menunjukkan mean rank return saham pada periode Donald Trump lebih tinggi dibandingkan periode Joe Biden, namun selisih tersebut tidak signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan kepemimpinan Presiden Amerika Serikat belum memberikan dampak yang berbeda terhadap return saham LQ45. Return saham lebih dipengaruhi oleh interaksi berbagai faktor, seperti kondisi makroekonomi, kebijakan moneter, fundamental perusahaan, serta sentimen pasar yang berkembang selama periode pengamatan. Penelitian ini memperkuat teori efisiensi pasar yang menyatakan bahwa informasi publik telah tercermin secara cepat dalam harga saham sehingga perubahan politik global tidak selalu menimbulkan perubahan return yang signifikan.
Copyrights © 2026