Pemantauan kelembaban dan suhu tanah pada pembibitan kelapa sawit selama ini masih dilakukan secara manual sehingga kurang efisien, tidak konsisten, dan tidak bersifat real-time. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem pemantauan kelembaban dan suhu tanah berbasis Internet of Things (IoT) pada pembibitan kelapa sawit di Desa Kempas Jaya. Sistem menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor soil moisture kapasitif, dan sensor suhu DS18B20, dengan tampilan lokal pada LCD 16x2 I2C. Data dikirim melalui jaringan WiFi ke backend REST API berbasis Laravel dan basis data MySQL, kemudian ditampilkan pada aplikasi Android beserta status kondisi tanah (AMAN, WASPADA, dan BAHAYA), grafik tren, riwayat, dan notifikasi. Metode pengembangan yang digunakan adalah Waterfall yang mencakup pengumpulan data, analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, dan evaluasi. Hasil pengujian menunjukkan tingkat akurasi 97,8% dengan rata-rata selisih 2,2% terhadap alat ukur referensi dan simpangan baku 0,87% pada uji stabilitas. Hasil uji lapangan pada lima titik menunjukkan bahwa sistem mampu membedakan kondisi tanah berdasarkan standar kelembaban 60-80% dan suhu 24-28 derajat C untuk pembibitan kelapa sawit. Integrasi tampilan lokal, penyimpanan data, klasifikasi kondisi, dan akses melalui aplikasi memungkinkan pemantauan dilakukan secara real-time, baik di lokasi maupun dari jarak jauh. Sistem ini dapat membantu petani mengenali perubahan kondisi tanah dan mendukung pengambilan keputusan penyiraman secara lebih cepat, terukur, dan konsisten.
Copyrights © 2026