Akselerasi perkembangan industri financial technology (fintech) melalui layanan pinjaman online dan PayLater telah memengaruhi pola konsumsi masyarakat, termasuk mahasiswa, sehingga berpotensi meningkatkan perilaku berutang. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh faktor pendapatan dan gaya hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendapatan dan gaya hidup secara parsial maupun simultan terhadap perilaku berutang mahasiswa Manajemen Keuangan Universitas Pamulang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Sampel penelitian sebanyak 61 responden yang ditentukan melalui teknik Non-Probability Sampling jenis Purposive Sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan SPSS versi 26 dengan uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²). Hasil uji asumsi klasik menunjukkan data berdistribusi normal berdasarkan nilai Monte Carlo Sig. (2-tailed) sebesar 0,093 (>0,05), serta tidak terjadi multikolinearitas dan heteroskedastisitas. Hasil uji parsial menunjukkan pendapatan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku berutang dengan nilai t hitung sebesar -5,147 dan signifikansi 0,000 (<0,05), sedangkan gaya hidup berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai t hitung sebesar 6,355 dan signifikansi 0,000 (<0,05). Secara simultan, pendapatan dan gaya hidup berpengaruh signifikan terhadap perilaku berutang dengan nilai F hitung sebesar 40,059 dan signifikansi 0,000 (<0,05). Nilai R² sebesar 0,580 menunjukkan bahwa 58% variasi perilaku berutang dijelaskan oleh kedua variabel, sedangkan 42% dipengaruhi faktor lain.
Copyrights © 2026