Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah mempermudah berbagai aspek kehidupan manusia, namun juga membuka peluang bagi pelaku kejahatan siber untuk melancarkan serangan terhadap sistem informasi. Salah satu jenis serangan yang sulit diidentifikasi adalah social engineering, yang mengeksploitasi kelemahan manusia melalui manipulasi psikologis. Data dari Indonesia Anti-Phishing Data Exchange (Idadx) menunjukkan peningkatan signifikan dalam laporan phishing pada kuartal keempat 2022 dan kuartal pertama 2023. Penelitian ini bertujuan membangun sistem informasi berbasis web yang mampu mendeteksi dini serangan social engineering sekaligus meningkatkan pemahaman pengguna melalui informasi edukatif. Sistem dirancang untuk mendeteksi serangan social engineering berbasis URL dan interaksi pengguna, seperti phishing, baiting, dan pretexting, dengan fokus pada deteksi dini serta edukasi pengguna. Metodologi Agile digunakan untuk memungkinkan penyesuaian sistem secara fleksibel melalui tahapan perencanaan, perancangan, pengembangan, pengujian, evaluasi, dan pemeliharaan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu menjalankan fungsi deteksi sesuai harapan. Pendekatan rule based dinilai efektif dalam mendeteksi serangan social engineering yang umum terjadi serta memberikan peringatan awal kepada pengguna. Sistem ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan pemahaman pengguna terhadap ancaman social engineering, sekaligus mendukung upaya pencegahan serangan siber secara lebih efektif. Selain itu, sistem dapat menjadi sarana edukasi bagi pengguna dalam mengenali berbagai bentuk manipulasi psikologis dan meningkatkan kesadaran terhadap keamanan informasi dalam penggunaan teknologi digital sehari-hari.
Copyrights © 2026