Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan efisiensi operasional dan standar kebersihan pascapandemi yang semakin ketat di industri penerbangan global. Penelitian bertujuan untuk menganalisis proses implementasi sistem digital Aircraft Interior Cleaning (AIC) serta dampaknya terhadap kualitas layanan dan perkembangan bisnis di PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus eksplanatori. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap informan kunci dari level manajerial hingga pelaksana operasional, serta perwakilan pengguna jasa dari PT GMF AeroAsia. Instrumen pendukung meliputi observasi lapangan dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menerapkan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi melalui sistem AIC berhasil merekayasa ulang proses bisnis operasional dari sistem manual yang terfragmentasi menjadi sistem digital yang terintegrasi secara real-time. Temuan utama mencakup efisiensi waktu pelaporan hingga 70%, pergeseran kontrol kualitas dari reaktif menjadi proaktif, dan peningkatan transparansi yang memperkuat kepercayaan klien. Secara strategis, implementasi ini berdampak pada peningkatan pendapatan perusahaan sebesar 74,35% serta penguatan daya saing melalui kapabilitas digital yang sulit ditiru. Kesimpulannya, transformasi digital melalui sistem AIC secara signifikan meningkatkan performa operasional dan posisi kompetitif perusahaan dalam pasar Business Process Outsourcing (BPO) aviasi. Implikasi penelitian menyarankan manajemen untuk terus memperkuat strategi manajemen perubahan dan mengembangkan fitur sistem secara berkelanjutan guna mempertahankan keunggulan kompetitif.
Copyrights © 2026