Perusahaan manufaktur kosmetik menghadapi tantangan dalam menyusun perencanaan produksi yang mampu memenuhi permintaan pelanggan dengan biaya yang efisien. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model Mixed Integer Linear Programming (MILP) untuk mengoptimalkan perencanaan produksi dengan meminimalkan total biaya yang meliputi biaya produksi, biaya raw material, biaya packaging material, biaya persediaan produk jadi, biaya setup mesin mixing, biaya setup mesin filling, dan biaya tenaga kerja. Model dikembangkan berdasarkan karakteristik proses produksi kosmetik yang terdiri atas proses mixing, filling, dan packing, dengan mempertimbangkan berbagai kendala operasional seperti kapasitas mesin, waktu produksi, eligibility filling line, serta ketersediaan packaging material. Penyelesaian model dilakukan menggunakan perangkat lunak LINGO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan mampu menghasilkan rencana produksi yang lebih efisien dibandingkan metode perusahaan. Total biaya produksi berhasil diturunkan dari Rp12,12 miliar menjadi Rp7,88 miliar, sehingga diperoleh penghematan sebesar Rp4,24 miliar atau 34,9%. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa biaya raw material merupakan parameter yang paling berpengaruh terhadap perubahan nilai fungsi tujuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan MILP dapat digunakan sebagai alat pendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan produksi pada industri manufaktur kosmetik untuk meningkatkan efisiensi biaya dan pemanfaatan sumber daya.
Copyrights © 2026