Air merupakan elemen fundamental dalam kehidupan manusia yang kualitasnya berdampak langsung terhadap kesehatan. Banyak rumah tangga mengandalkan tandon air sebagai cadangan air bersih, namun pengendapan sedimen, fluktuasi kimiawi, dan kontaminasi fisik sering kali menurunkan kualitas air tanpa disadari. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membangun, dan menguji sistem otomasi pemantauan dan prediksi kualitas air tandon secara real-time berbasis Internet of Things (IoT) dengan integrasi logika fuzzy. Sistem memanfaatkan mikrokontroler ESP32 sebagai unit pemrosesan utama, sensor pH PH4502C, sensor kekeruhan SEN0189, dan sensor ultrasonik JSN-SR04T untuk mengukur parameter fisis-chemis air. Data ditransmisikan secara kontinu melalui protokol MQTT ke broker EMQX Cloud dan divisualisasikan pada antarmuka web dashboard. Metode Fuzzy Logic diterapkan dalam mikrokontroler untuk melakukan klasifikasi kondisi air ke dalam status Baik, Cukup, atau Buruk dengan output crisp berupa indeks defuzzifikasi (0–100). Pengujian dilakukan secara eksperimental selama lima hari pada dua sampel berbeda: tandon domestik dan air siap minum sebagai kontrol pembanding. Hasil pengujian menunjukkan tandon domestik berada pada status Cukup dengan rata-rata pH 6,92, kekeruhan 6,62 NTU, dan nilai defuzzifikasi 73,0. Sebaliknya, air siap minum secara konsisten berada pada status Baik dengan rata-rata pH 7,36, kekeruhan 1,30 NTU, dan nilai defuzzifikasi 94,4. Integrasi teknologi IoT dan kecerdasan fuzzy terbukti andal dalam menyajikan keputusan klasifikasi yang presisi dan responsif, sekaligus berfungsi sebagai instrumen Decision Support System (DSS) preventif bagi masyarakat dalam mengelola kualitas air domestik secara otonom.
Copyrights © 2026