Penelitian ini bertujuan membandingkan metode Discounted Cash Flow (DCF) dan Net Discounted Cash Flow (NDCF) dalam menentukan nilai wajar saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) periode 2019-2023. Metode DCF mengukur nilai intrinsik berdasarkan perkalian Earning Per Share (EPS) dengan Price Earning Ratio (PER) tanpa mempertimbangkan nilai waktu uang, sedangkan metode NDCF mendiskontokan Future Value arus kas dengan tingkat diskonto 9% untuk merefleksikan nilai kini dari arus kas masa depan. Data sekunder bersumber dari laporan keuangan ADRO dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode memberikan sinyal investasi yang berbeda pada beberapa periode. Nilai intrinsik DCF lebih tinggi secara konsisten dibandingkan NDCF karena tidak memperhitungkan depresiasi nilai waktu uang. Perbandingan akurasi menggunakan Root Mean Square Error (RMSE) menunjukkan bahwa metode NDCF memperoleh nilai RMSE sebesar 8.013,95, lebih rendah dibandingkan DCF sebesar 11.953,79, mengindikasikan bahwa NDCF memberikan estimasi nilai wajar yang lebih akurat terhadap harga pasar saham ADRO. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi investor dalam memilih metode valuasi yang tepat untuk pengambilan keputusan investasi di sektor energi Indonesia.
Copyrights © 2026