Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai kerangka humanisasi pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah (MTs), sebagaimana dirumuskan dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6077 Tahun 2025. Latar belakang penelitian ini berangkat dari problem pembelajaran Bahasa Arab yang masih didominasi pendekatan kognitif-struktural, minim dimensi afektif dan empatik, serta cenderung melahirkan persepsi Bahasa Arab sebagai mata pelajaran yang sulit dan kaku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis kebijakan pendidikan dan jenis studi dokumen. Data primer berupa dokumen kebijakan dan panduan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur tentang humanisasi pendidikan, kurikulum pendidikan Islam, dan pembelajaran Bahasa Arab di madrasah. Data dianalisis menggunakan analisis isi melalui reduksi data, kategorisasi tema, dan interpretasi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KBC dibangun atas landasan filosofis, sosiologis, dan pedagogis yang menempatkan cinta, empati, toleransi, dan relasi humanis sebagai prinsip inti pendidikan. Kebijakan ini merepresentasikan pergeseran paradigma dari orientasi kognitif-normatif menuju humanistik-transformasional. Dalam pembelajaran Bahasa Arab di MTs, KBC berimplikasi pada perubahan orientasi tujuan pembelajaran, penguatan pendekatan dialogis dan kontekstual, serta reposisi peran guru sebagai fasilitator dan teladan nilai cinta. Penelitian ini menyimpulkan bahwa KBC memiliki potensi kuat untuk merehumanisasi pembelajaran Bahasa Arab di MTs. Namun, efektivitasnya bergantung pada kesiapan pedagogis guru, ketersediaan panduan teknis, dan dukungan sistem evaluasi yang lebih holistik.
Copyrights © 2026