Keterbatasan ketersediaan lahan dan kemampuan ekonomi rumah tangga di kawasan perkotaan tropis telah mendorong munculnya rumah tumbuh sebagai respons adaptif terhadap perubahan kebutuhan ruang dan lingkungan. Penelitian ini mengkaji strategi adaptasi arsitektural dalam pengembangan rumah tumbuh di Victoria Residence, Meteseh, Semarang, dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan wawancara semi-terstruktur terhadap penghuni dari empat rumah yang dipilih secara purposif. Data dianalisis melalui analisis morfologi perubahan ruang dan analisis tematik terhadap praktik adaptasi penghuni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan rumah tumbuh terjadi melalui kombinasi pertumbuhan horizontal dan vertikal. Perluasan horizontal, seperti penambahan dapur, kanopi, teras, dan ruang semi-publik di bagian depan rumah, umumnya muncul pada tahap awal, sedangkan perluasan vertikal berkembang pada tahap berikutnya seiring meningkatnya kebutuhan rumah tangga dan kemampuan finansial. Strategi adaptasi utama meliputi pembentukan ruang transisi, bukaan depan-belakang dan roster untuk mendukung ventilasi silang, penggunaan kanopi dan elemen peneduh, material lokal, vegetasi sebagai penyangga termal, serta fleksibilitas penataan ruang. Penelitian ini berkontribusi dalam merumuskan kerangka konseptual yang menghubungkan kebutuhan rumah tangga, keterbatasan ekonomi, kondisi iklim tropis lembap, transformasi ruang, dan strategi adaptasi arsitektural untuk mendukung pengembangan hunian yang lebih kontekstual di kawasan permukiman perkotaan tropis.
Copyrights © 2026