Penelitian ini menganalisis konstruksi makna melalui variasi struktur jumlah ismiyah dalam Surah Al-Muzammil berdasarkan penafsiran Muhammad al-Thahir Ibnu Asyur dalam at-Tahrir wa at-Tanwir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan, menganalisis delapan ayat yang mengandung struktur jumlah ismiyah (ayat 5, 6, 7, 9, 12, 18, 19, dan 20) melalui pendekatan sintaksis-semantik, menghubungkan struktur gramatikal tiap ayat dengan penjelasan eksplisit Ibnu Asyur, serta memvalidasinya dengan kaidah nahwu dan balaghah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi struktur jumlah ismiyah dalam surah ini tidak bersifat netral makna, melainkan secara konsisten dikonstruksi untuk mendukung pesan sentral surah. Fungsi huruf ta'kid inna ditemukan tidak seragam, bergeser dari penegasan kepastian dan kedekatan peristiwa (ayat 5), penegasan sifat tetap dan hakiki (ayat 6), hingga perlawanan atas pengingkaran mukhathab (ayat 19) dan pujian atas ketaatan (ayat 20). Dhamir fashl pada ayat 6 dan 20 secara konsisten berfungsi sebagai penguat hukum (taqwiyatul hukmi), bukan pembatasan (hashr) suatu pembacaan yang menyimpang dari kecenderungan umum kaidah balaghah, namun secara eksplisit dinyatakan sendiri oleh Ibnu Asyur.Kata Kunci: Jumlah ismiyah, konstruksi makna, Ibnu Asyur; at-Tahrir wa at-Tanwir, Surah Al-Muzammil
Copyrights © 2025