Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar memiliki fungsi strategis tidak hanya dalam mengembangkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis, tetapi juga dalam membangun karakter serta literasi budaya siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan integrasi kearifan lokal Rambu Solo’ dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di UPT SDN 1 Sangalla’, mengidentifikasi nilai karakter dan literasi budaya yang dapat dikembangkan, serta memetakan tantangan implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dirancang meliputi guru, siswa kelas V–VI, tokoh adat, dan orang tua siswa, sedangkan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui reduksi/kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Berdasarkan observasi awal yang tercantum dalam proposal penelitian, unsur budaya seperti ma’badong, gotong royong, penghormatan kepada keluarga dan leluhur, penerimaan tamu, serta narasi prosesi Rambu Solo’ berpotensi dijadikan teks dan konteks autentik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Integrasi tersebut dapat diarahkan pada kegiatan membaca teks budaya, menyimak tradisi lisan, berdiskusi, memperkaya kosakata budaya, dan menulis teks deskripsi atau narasi. Nilai yang menonjol meliputi gotong royong, kepedulian sosial, tanggung jawab, penghormatan, religiusitas, dan kebersamaan. Secara konseptual, integrasi budaya lokal membuat pembelajaran bahasa lebih kontekstual sekaligus memperkuat kemampuan siswa memahami, menafsirkan, dan merefleksikan budaya sendiri. Namun, temuan akhir tetap memerlukan verifikasi melalui pengumpulan data lapangan sebagaimana dirancang dalam proposal.
Copyrights © 2026