Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan membandingkan karakteristik fonologis dialek Dende’ dan Rembon dalam bahasa Toraja serta mengkaji implementasi hasil perbandingan tersebut dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode komparatif. Data penelitian berupa 25 bentuk kebahasaan yang diperoleh dari penggunaan dialek Dende’ dan Rembon. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, teknik simak dan catat, perekaman, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, membandingkan, dan menginterpretasikan variasi fonologis yang ditemukan pada kedua dialek. Hasil penelitian menunjukkan adanya sejumlah perbedaan fonologis yang meliputi perubahan fonem vokal, perubahan fonem konsonan, geminasi, penghilangan atau penyederhanaan bunyi, serta perbedaan pelafalan. Beberapa bentuk yang menunjukkan variasi tersebut antara lain pamuntu–pamuttu, mentengka–mettekka, mangka–makka, kampa–kappa, salimu’–selimu’, melambi’–malambi’, dan na’edo’–ne’do. Dialek Rembon cenderung menunjukkan penguatan konsonan melalui geminasi dan penyederhanaan bunyi pada bentuk tertentu, sedangkan dialek Dende’ cenderung mempertahankan bentuk fonologis yang lebih lengkap. Meskipun terdapat perbedaan bentuk dan pelafalan, variasi tersebut tidak menyebabkan perubahan makna leksikal sehingga kedua dialek tetap menunjukkan hubungan yang erat dalam sistem bahasa Toraja. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa data perbandingan dialek dapat diimplementasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, terutama sebagai sumber pembelajaran variasi bahasa, fonologi, kosakata, keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Data tersebut dapat dikembangkan menjadi bahan ajar dan aktivitas pembelajaran berbasis kearifan lokal yang kontekstual. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap dokumentasi variasi bahasa Toraja sekaligus menyediakan dasar pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia yang mengintegrasikan bahasa dan budaya lokal.
Copyrights © 2026