Desa Cipancar, memiliki potensi ekonomi lokal yang cukup besar dan beragam. Secara geografis, desa ini berada pada wilayah yang mendukung aktivitas pertanian, perkebunan, dan peternakan. Mata pencaharian masyarakat didominasi oleh sektor ekonomi produktif, antara lain perkebunan kopi rakyat, pertanian sayuran dan buah-buahan, peternakan ayam, kambing, dan sapi, serta industri kreatif rumah tangga seperti produksi hiasan melati pernikahan artifisial. Pada umumnya pelaku UMKM di Desa Cipancar belum menerapkan pengelolaan usaha yang terstruktur dan berbasis sistem. Perencanaan usaha, pengorganisasian kegiatan produksi, pencatatan keuangan, dan pengambilan keputusan masih dilakukan secara sederhana dan informal. Dalam mengukur kinerja usahanya para pelaku masih mengacu pada perspektif finansial yang prosesnya pun masih sederhana, dimana mengukur melalui perspeltif finansial saja hanya bersifat jangka pendek. Oleh karena itu diperlukan suatu program pengabdian kepada masyarakat yang terencana dan terintegrasi untuk meningkatkan manajemen bisnis berbasis teknologi serta merevitalisasi produk unggulan desa melalui digitalisasi. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan nilai tambah produk, efisiensi usaha, dan kemandirian ekonomi masyarakat Desa Cipancar. Salah satu program pengabdian kepada masyarakat yang perlu dilakukan adalah pemahaman tentang balance scorecard untuk mendorong UMKM sustain (berkelanjutan).
Copyrights © 2026