Manajemen persediaan yang efisien merupakan kunci keberhasilan operasi ritel quick-commerce. Mengelola ribuan Stock Keeping Unit (SKU) dengan perlakuan yang sama akan menimbulkan inefisiensi biaya dan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan persediaan barang menggunakan metode klasifikasi ABC berdasarkan nilai investasi. Data sekunder diperoleh dari dataset operasional Blinkit yang terdiri dari data produk dan riwayat pesanan. Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan untuk menghitung nilai pemakaian tahunan setiap item. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 268 SKU, sebanyak 138 item (51,49%) masuk dalam Kelas A yang menyumbang 79,74% total nilai penjualan. Kelas B terdiri dari 67 item (25,00%) dengan kontribusi nilai 15,14%, dan Kelas C meliputi 63 item (23,51%) dengan kontribusi nilai 5,12%. Implikasi manajerial dari temuan ini adalah perlunya pengawasan ketat dan pembaruan stok harian secara presisi yang melingkupi lebih dari separuh portofolio produk (Kelas A), sementara produk di Kelas C dapat dievaluasi secara periodik guna menekan biaya operasional.
Copyrights © 2026