The construction of the Harmoni MRT Station, scheduled for completion in 2027, marks a transformative phase for the area as a strategic hub within Jakarta’s public transportation network. Over the next three years, the area is projected to experience significant changes in its spatial structure and community activities. This Community Service Program (PKM) continues previous research focused on recommendations for organizing supporting activities and pedestrian networks within the Harmoni Sub-area. This article emphasizes disseminating spatial planning recommendations through a thematic land-use concept for the transit-oriented area surrounding the station, in collaboration with the DCKTRP of DKI Jakarta. The program began by presenting initial research results to the partner agency to gather feedback and discuss potential development plans. Data collection employed a descriptive-comparative approach through literature studies of similar cases, while analysis utilized the 5D framework (density, diversity, design, destination accessibility, distance to transit) to formulate recommendations for transit-oriented development (TOD). The findings indicate the need for an Urban Design Guideline (PRK) integrating office, culinary, vertical housing, and public space functions within a pedestrian-oriented spatial system. The proposed planning framework aims to preserve the historical character of the Gajah Mada–Hayam Wuruk corridor while enhancing urban vitality through adaptive, efficient, and sustainable mixed-use design. These recommendations are expected to form the basis for the Harmoni PRK in accordance with Jakarta Governor Regulation No. 31 of 2022. ABSTRAK Pembangunan Stasiun MRT Harmoni yang ditargetkan selesai pada tahun 2027 menandai fase transformasi kawasan sebagai simpul strategis transportasi publik Jakarta. Dalam tiga tahun ke depan, kawasan ini diproyeksikan mengalami perubahan signifikan pada pola ruang dan aktivitas masyarakat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini melanjutkan penelitian sebelumnya yang berfokus pada rekomendasi penataan aktivitas pendukung dan jalur pedestrian di Sub-Kawasan Harmoni. Artikel ini menitikberatkan pada sosialisasi rekomendasi penataan ruang melalui konsep penataan tematik fungsi lahan untuk kawasan berbasis transit di sekitar stasiun, berkolaborasi dengan DCKTRP DKI Jakarta. Program diawali dengan mempresentasikan hasil penelitian awal kepada lembaga mitra untuk menampung masukan dan mendiskusikan potensi rencana pembangunan. Pengumpulan data menggunakan pendekatan deskriptif-komparatif melalui kajian pustaka kasus sejenis, sementara analisis menggunakan konsep 5D (density, diversity, design, destination accessibility, distance to transit) untuk merumuskan rekomendasi kawasan berbasis transit (TOD). Temuan menunjukkan perlunya Panduan Rancang Kota (PRK) yang mengintegrasikan fungsi perkantoran, kuliner, hunian vertikal, dan ruang publik dalam sistem spasial yang berorientasi pada pejalan kaki. Kerangka perencanaan yang diusulkan bertujuan menjaga karakter historis Koridor Gajah Mada Hayam Wuruk sekaligus meningkatkan vitalitas perkotaan melalui desain mixed-use yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan. Rekomendasi ini diharapkan menjadi dasar bagi PRK Harmoni sesuai dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 31 Tahun 2022.
Copyrights © 2026