Hipertensi tidak hanya lazim di kalangan orang dewasa dan orang tua tetapi juga menunjukkan tren peningkatan di kalangan remaja. Data nasional menunjukkan meningkatnya prevalensi hipertensi pada kelompok usia yang lebih muda (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2023). Perubahan gaya hidup, termasuk konsumsi makanan cepat saji yang tinggi dan tingkat aktivitas fisik yang rendah, diduga berkontribusi pada peningkatan tekanan darah di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsumsi makanan cepat saji dan aktivitas fisik dengan peningkatan tekanan darah pada remaja melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Temuan menunjukkan bahwa konsumsi makanan cepat saji yang tinggi secara signifikan dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah karena kandungan natrium dan lemak jenuh yang tinggi (Nurkhofifah & Putriningtyas, 2023). Selain itu, tingkat aktivitas fisik yang rendah juga dikaitkan dengan risiko hipertensi yang lebih tinggi (Aisyah et al., 2025). Dapat disimpulkan bahwa pola makan yang tidak sehat dan aktivitas fisik yang tidak memadai merupakan faktor risiko penting untuk peningkatan tekanan darah di kalangan remaja.
Copyrights © 2026