Perceraian orang tua merupakan pengalaman yang dapat memengaruhi kondisi emosional dan hubungan remaja dengan orang tua. Dalam situasi tersebut, forgiveness dapat menjadi bagian dari proses penyesuaian terhadap perubahan dan pengalaman keluarga yang menyakitkan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika forgiveness pada remaja dari keluarga bercerai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan enam partisipan berusia 18–22 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi, kemudian dianalisis secara kualitatif untuk mengidentifikasi tema-tema utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika forgiveness meliputi pengalaman ketidakjujuran dan keterputusan komunikasi, munculnya kesedihan, kemarahan, dan kekecewaan, serta upaya memahami kondisi orang tua dan mengelola emosi. Sebagian partisipan mampu menuju penerimaan dan forgiveness, sedangkan sebagian lainnya masih mengalami kesulitan melepaskan pengalaman masa lalu. Forgiveness merupakan proses yang dinamis, melibatkan pemaknaan, pengelolaan emosi, dan penerimaan.
Copyrights © 2026