ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi penentuan harga yang diterapkan pelaku UMKM warkop muslim dalam mempertahankan usaha di tengah kenaikan harga bahan baku, serta menganalisis kesesuaiannya dengan perspektif ekonomi Islam. Penelitian dilatarbelakangi oleh kenaikan harga bahan baku seperti kopi, gula, susu kental manis, telur, beras, gas elpiji, plastik, dan cup yang menekan margin keuntungan UMKM, sementara harga jual tidak dapat dinaikkan sembarangan karena harus mempertimbangkan daya beli dan persaingan konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus pada Warkop Mie Aceh Tower, Jalan Perhubungan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan) yang dilengkapi analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilik warkop menerapkan lima strategi utama yang saling melengkapi, yaitu penyesuaian harga secara bertahap dan selektif, efisiensi komposisi bahan (shrinkflation) yang diimbangi porsi jumbo, diversifikasi pemasok, penambahan menu premium sebagai subsidi silang, serta komunikasi transparan dengan pelanggan mengenai alasan kenaikan harga. Kelima strategi tersebut memadukan tiga pendekatan sekaligus, yaitu cost-based pricing, competition-based pricing, dan value-based pricing, yang lahir dari pengalaman delapan tahun mengelola usaha, bukan dari pembelajaran teori formal. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa kekuatan usaha, seperti loyalitas pelanggan, penentuan harga berbasis biaya produksi yang nyata, dan komunikasi transparan, lebih dominan dibandingkan kelemahannya berupa keterbatasan modal dan ketiadaan pencatatan biaya yang sistematis, sementara peluang digital marketing dan kerja sama pemasok baru dapat dimanfaatkan untuk mengantisipasi ancaman fluktuasi harga bahan baku. Secara umum, strategi penentuan harga yang diterapkan telah mencerminkan prinsip-prinsip ekonomi Islam, yaitu keadilan (al-'adl), kejujuran (shiddiq), amanah, dan kemaslahatan (maslahah), meskipun terinternalisasi secara alami tanpa latar belakang pendidikan formal ekonomi syariah. Kata kunci: strategi penentuan harga, UMKM warkop muslim, kenaikan harga bahan baku, analisis SWOT, ekonomi Islam
Copyrights © 2026