Indonesia saat ini menghadapi tantangan signifikan dalam pengelolaan limbah seiring dengan peningkatan populasi dan urbanisasi, dengan sistem yang masih didominasi pola lininer. Penerapan pendekatan ekonomi sirkular pada pengolahan limbah kopi berpotensi untuk memberikan dampak positif, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi. Namun, masih terdapat kesenjangan anatara potensi dan realisasi dalam pengelolaannya, sehingga diperlukan strategi yang lebih sistematis berbasis prinsip 5R (rethink, refuse, reduce, reuse, dan recycle). Penelitian ini bertujuan untuk memetakan struktur rantai pasok dan mengukut kinerja rantai pasok kopi di PT Kopi Bumi Langit, Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan Supply Chain Operations Reference Digital Standard. Hasil penelitian menujukkan bahwa kinerja rantai pasok berada dalam kategori baik. Oleh karena itu, perusahaan disarankan mengembangkan sistem manajemen kinerja berbasis keberlanjutan yang lebih terstruktur dan memperkuat implementasi prinsip 5R secara sistematis.
Copyrights © 2026