Sektor perkebunan karet merupakan salah satu sumber pendapatan utama masyarakat pedesaan di Indonesia, khususnya di Provinsi Sumatera Utara. Kabupaten Labuhan Batu dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi perkebunan karet rakyat yang cukup besar dan menjadi sumber penghidupan bagi sebagian masyarakat. Namun, dalam beberapa tahun terakhir petani karet menghadapi berbagai permasalahan, seperti fluktuasi harga karet, penurunan tingkat produksi, serta keterbatasan penggunaan faktor produksi yang berdampak pada rendahnya pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis model pendapatan petani karet rakyat di Kabupaten Labuhan Batu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi linier berganda. Sampel penelitian berjumlah 40 petani karet yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel penelitian terdiri dari: harga karet, luas lahan, produksi, frekuensi penyadapan dan jumlah tenaga kerja sebagai variabel independen, sedangkan pendapatan petani sebagai variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan (negatif), harga karet, dan produksi (positif) merupakan faktor-faktor yang berpengaruh signifikan dalam model pendapatan petani karet rakyat. Frekuensi penyadapan dan jumlah tenaga kerja berpengaruh positif, namun tidak signifikan dalam model pendapatan petani karet rakyat. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas karet dan stabilitas harga karet merupakan rekomendasi kebijakan yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani karet rakyat di Kabupaten Labuhan Batu.
Copyrights © 2026