Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis
Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usaha Penggemukan Sapi Potong di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan: Penerapan Metode Ridge Regression

Anik Patsih Wati (Unknown)
Ahmad Yousuf Kurniawan (Universitas Lambung Mangkurat)
Luthfi Fatah (Universitas Lambung Mangkurat)



Article Info

Publish Date
10 Aug 2026

Abstract

Permintaan daging sapi di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, tumbuh 3,7 persen per tahun antara 2019 dan 2024, sementara populasi sapi lokal berfluktuasi dan pada 2024 turun ke 3.566 ekor. Kesenjangan ini menempatkan peternak penggemukan sapi pada posisi strategis, namun faktor-faktor yang menentukan pendapatan mereka belum pernah dikaji secara komprehensif di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat pendapatan usaha penggemukan sapi potong di Kabupaten Tabalong dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pengumpulan data primer dilakukan melalui purposive sampling pada 60 peternak di Kecamatan Jaro dan Muara Uya; sepuluh peternak merugi dikeluarkan karena transformasi logaritma natural tidak terdefinisi untuk nilai nonpositif, sehingga estimasi akhir memakai 50 observasi. Model fungsi produksi Cobb-Douglas log-linear diestimasi dengan Ordinary Least Squares (OLS) menggunakan SPSS, lalu dilanjutkan dengan Ridge Regression melalui Python scikit-learn dan Numiqo karena Variance Inflation Factor (VIF) pada tiga variabel melampaui 10. Parameter penalti optimal λ* = 1,035322 dipilih melalui 5-fold cross-validation atas 200 kandidat dalam rentang logaritmik 0,001 hingga 1.000. Rata-rata pendapatan peternak adalah Rp6.973.226 per siklus, dengan rentang Rp367.821 hingga Rp12.006.009. Urutan dominasi koefisien beta terstandar Ridge adalah biaya pakan (β* = −0,79), harga jual sapi (β* = 0,54), bobot jual sapi (β* = 0,48), biaya kandang (β* = 0,17), harga bakalan (β* = −0,15), dan jumlah kepemilikan sapi (β* = 0,04). Rata-rata skala usaha yang hanya 1,78 ekor per peternak disertai koefisien jumlah sapi yang positif mengindikasikan skala usaha belum optimal. Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan limbah perkebunan kelapa sawit sebagai pakan, pemilihan waktu jual menjelang Idul Adha, target bobot jual 380 hingga 450 kilogram, serta kredit bakalan berbunga rendah untuk ekspansi skala ke 5 sampai 10 ekor.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

mimbaragribisnis

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan hasil-hasil penelitian sosial ekonomi pertanian. Jurnal ini bertujuan untuk memperluas dan menciptakan inovasi dalam konsep, teori, paradigma, perspektif dan metodologi dalam ilmu sosial ...