Sektor industri dijadikan sebagai prioritas pembangunan yang diharapkan mempunyai peranan sebagai sektor pemimpin bagi pembangunan sektor lainnya. Nanas (Ananas comosus L. Merr.) yang dibudidayakan di Desa Bikang, merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan yang memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan klaster agroindustri. Masyarakat Desa Bikang telah memiliki industri rumahan dengan hasil produk berupa selai nanas, keripik nanas, dan manisan nanas. Namun hingga saat ini industri yang berhasil dibangun masih berskala kecil dan diperlukan pendekatan pengembangan untuk peningkatan perekonomian serta industri yang stabil. Mewujudkan pembentukan dan pengembangan kawasan klaster industri diperlukan sinergi aktor dalam pentahelix yang dianggap mampu mengembangkan kawasan klaster industri secara umum maupun rencana pengembangan kawasan klaster agroindustri nanas yang ada di Desa Bikang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interpretasi yang presisi dari persepsi masyarakat dan menyusun model pengembangan klaster agroindustri nanas yang efektif dan berkelanjutan menggunakan pendekatan pentahelix di Desa Bikang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling, yang melibatkan 95 responden. Data dianalisis menggunakan skala likert dan aplikasi Nvivo 15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menyatakan setuju terhadap keberadaan dan pengembangan klaster agroindustri nanas. Model klaster agroindustri nanas yang dirancang menempatkan sinergi antara aktor pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media sebagai fondasi utama pengembangan.Kata kunci: persepsi masyarakat, agroindustri, pentahelix, peningkatan perekonomian
Copyrights © 2026