Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko produksi usahatani jagung yang dilakukan di lahan miring Desa Ulapato B, Kecamatan Telaga Biru. Petani di daerah ini menghadapi permasalahan utama berupa ketidakstabilan hasil panen yang disebabkan oleh kondisi topografi lahan yang miring, potensi erosi serta keterbatasan dalam penerapan teknologi budidaya yang tepat. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan rumus slovin sehingga menghasilkan sampel sebanyak 78 petani jagung dari 348 populasi. Teknik analisis data menggunakan koefisien variasi (CV) untuk mengukur tingkat risiko produksi dan analisis pendapatan usahatani untuk mengetahui keuntungan yang diperoleh petani. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai koefisien variasi (CV) sebesar 0,64 yang menunjukan bahwa tingkat risiko produksi tergolong tinggi. Nilai koefisien variasi yang tinggi pada produksi jagung di lahan miring menunjukan bahwa hasil panen petani berfluktuasi antar musim atau antar petani akibat berbagai faktor. Salah satu faktor yang berpengaruh signifikan terhadap produksi jagung yaitu luas lahan.Kata kunci: risiko, produksi, usahatani, lahan miring
Copyrights © 2026