Perkembangan jumlah perusahaan hortikultura di Indonesia, khususnya pada subsektor sayuran, mencerminkan dinamika sektor ini yang terus berkembang. Di antara berbagai komoditas sayuran, selada romaine menunjukkan potensi ekonomi yang menjanjikan dan relevan untuk terus dibudidayakan secara komersial. Akan tetapi, CV. X menghadapi tantangan berupa ketimpangan antara volume produksi dan realisasi penjualan, disertai dengan meningkatnya tingkat penyusutan produk, yang secara kolektif menciptakan kerentanan pada rantai pasoknya. Penelitian ini disusun dengan dua tujuan utama, yaitu memetakan aktivitas rantai pasok selada romaine di CV. X sekaligus mengidentifikasi kejadian dan sumber risiko yang terdapat di dalamnya. Secara metodologis, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berlandaskan pada analisis deskriptif dan penerapan House of Risk (HOR) fase 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok selada roamine di CV. X melibatkan empat aktor utama dengan pola rantai pasok yang mencakup tiga aliran yang saling terhubung. Proses identifikasi menemukan 19 kejadian risiko dan 11 sumber risiko yang berpotensi menganggu kelancaran rantai pasok.
Copyrights © 2026