Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman memiliki potensi lokal pada sektor pertanian, perikanan, peternakan, budaya lokal, dan lingkungan kawasan lereng Gunung Merapi yang berpotensi dikembangkan sebagai agrowisata berbasis edukasi. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan pengelolaan wisata, fasilitas pendukung, dan integrasi antar sektor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan agrowisata berbasis potensi lokal di Kalurahan Argomulyo. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential exploratory. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis potensi lokal dilakukan menggunakan pendekatan 5A yang meliputi attraction, accessibility, amenities, accommodation, dan activity. Selanjutnya, strategi pengembangan dianalisis menggunakan matriks IFAS, EFAS, dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kalurahan Argomulyo memiliki potensi agrowisata yang cukup kuat, terutama pada aspek attraction dan activity yang didukung keberagaman aktivitas pertanian, perikanan, peternakan, budaya lokal, serta wisata berbasis pengalaman. Hasil analisis IFAS menunjukkan skor sebesar 2,84 dan EFAS sebesar 2,75 yang menempatkan pengembangan agrowisata pada Kuadran I (Strengths–Opportunities). Posisi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan agrowisata dapat dilakukan melalui strategi agresif dengan memanfaatkan kekuatan internal untuk meraih peluang eksternal. Strategi prioritas yang dihasilkan adalah pengembangan “Agrowisata Terpadu Berbasis Edukasi Pertanian, Perikanan, dan Peternakan” yang menekankan partisipasi masyarakat, wisata edukatif, dan pengembangan wisata berkelanjutan berbasis potensi lokal.
Copyrights © 2026