Pertumbuhan industri kafe di Jember yang pesat menciptakan persaingan ketat, di mana kepuasan konsumen menjadi faktor kunci keberlanjutan usaha. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kebutuhan praktis Café Puspa Rasa, sebuah UMKM di Jember, dalam meningkatkan kepuasan pelanggan. Menggunakan pendekatan mixed method dengan desain kausal asosiatif, penelitian ini mengkaji hubungan langsung dan tidak langsung antarvariabel. Tujuan penelitian meliputi: (1) menguji pengaruh pelayanan dan pengelolaan bisnis terhadap kepuasan konsumen; (2) menganalisis peran citra merek sebagai mediator pelayanan; (3) menilai efisiensi operasional sebagai mediator pengelolaan bisnis; serta (4) menyusun model peningkatan daya saing UMKM kafe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Citra Merek (M1) berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Konsumen (Y) sebesar 0,283, dan Efisiensi Operasional (M2) berkontribusi positif sebesar 0,307. Kualitas Pelayanan (X1) juga berpengaruh signifikan sebesar 0,151, diikuti oleh Pengelolaan Bisnis (X2) sebesar 0,121. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan citra, efisiensi kerja, pelayanan, dan manajemen yang baik secara langsung meningkatkan kepuasan konsumen. Namun, pada uji mediasi (X1-M1-Y dan X2-M2-Y), variabel interaksi ditemukan tidak signifikan. Citra Merek dan Efisiensi Operasional tidak bertindak sebagai mediator, baik penuh maupun parsial, dalam hubungan antara Kualitas Pelayanan dan Pengelolaan Bisnis terhadap Kepuasan Konsumen. Variabel interaksi X1-M1-Y menunjukkan pengaruh tidak signifikan sebesar -0,051, sedangkan X2-M2-Y menunjukkan pengaruh positif yang sangat kecil (0,010) dan tidak signifikan. Simpulannya, strategi peningkatan kepuasan pada Café Puspa Rasa lebih efektif dilakukan melalui optimalisasi variabel secara langsung daripada melalui jalur mediasi.
Copyrights © 2026