Proses pengeringan tembakau di Desa Sukasari masih menghadapi kendala karena sangat bergantung pada kondisi cuaca, sehingga berpotensi memperpanjang waktu pengeringan dan menurunkan kualitas hasil. Teknologi UV Dryer hadir sebagai inovasi yang diharapkan mampu mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses adopsi inovasi teknologi UV Dryer serta dampak penggunaannya pada anggota Kelompok Subur Tani 1 di Desa Sukasari. Penelitian menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dipilih secara purposive, terdiri atas empat petani pengguna UV Dryer dan empat petani nonpengguna. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adopsi inovasi UV Dryer berlangsung melalui lima tahapan proses keputusan inovasi menurut Rogers, yaitu pengetahuan, persuasi, keputusan, implementasi, dan konfirmasi. Petani yang mengadopsi UV Dryer telah melalui seluruh tahapan hingga mencapai tahap konfirmasi, sedangkan petani yang belum mengadopsi umumnya masih berada pada tahap keputusan karena keterbatasan biaya pembangunan dan kepemilikan lahan. Penggunaan UV Dryer memberikan dampak berupa efisiensi waktu pengeringan, kemudahan proses kerja, ketahanan pengeringan terhadap cuaca, serta pemanfaatan waktu kerja yang lebih fleksibel. Dampak tersebut menunjukkan adanya keuntungan relatif yang mendorong keberlanjutan penggunaan UV Dryer oleh petani pengguna.
Copyrights © 2026